APAKAH BENAR PENELITIAN KUALITATIF TIDAK VALID DAN TIDAK RELIABEL?

Ada orang yang berpendapat bahwa penelitian yang baik adalah penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian yang kurang baik adalah penelitian kualitatif. Ini karena pada penelitian kualitatif data-data bisa “direkayasa” dan hasilnya “tidak valid dan tidak reliabel”. Pendapat ini kurang tepat, bukankah dalam penelitian kuantitatif pun peneliti bisa mengubah nilai siswa dari 40 menjadi 70. Yang penting bukanlah jenis penelitiannya tetapi moral peneliti. Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution, M.Sc., seorang pakar statistika di Indonesia, pernah berkata pada waktu kuliah perdana yang saya ikuti mengenai prinsip dasar dari moral peneliti yaitu “GIGO (Garbage In Garbage Out)”. Yang berarti sampah yang masuk, sampah juga yang keluar. Jika peneliti merekayasa data, maka yang masuk adalah SAMPAH, maka hasil penelitiannya juga SAMPAH. Bukankah kita sebagai peneliti tidak mau dan tidak senang kalau hasil penelitian kita dibilang sampah. Dengan demikian, seorang peneliti perlu menjunjung moral atau etika penelitian.

Pendapat kedua mengenai penelitian kualitatif adalah hasilnya tidak valid dan tidak reliabel. Pendapat ini pun kurang tepat karena dalam penelitian kualitatif juga ada kriteria yang berkaitan dengan tingkat kepercayaan penelitian. Kriteria tersebut adalah (a) kredibilitas (credibility), (b) dependabilitas (dependability), (c) transferabilitas (transferability) dan (d) konfirmabilitas (confirmability). Kriteria kredibilitas dan dependabilitas pada penelitian kualitatif secara berurutan sejajar dengan validitas dan reliabilitas pada penelitian kuantitatif. Ini berarti dalam penelitian kualitataif juga ada kriteria yang sejajar dengan validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif.

            Kriteria kredibilitas merujuk pada apakah data yang diperoleh sesuai dengan apa yang ada dalam realitas (kenyataan di lapangan). Kriteria kredibilitas dapat dipenuhi dengan:

(a)   selama mungkin dengan subjek penelitian (prolonged engangement on-site),

(b)   melakukan pengamatan terus menerus/ konsisten dan pantang menyerah (persistent/consistent observation),

(c)   memeriksa keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber (triangulation),

(d)  konsistensi hubungan antara data-data yang diperoleh (structural relationships), dan

(e)   menganalisis semua kemungkinan dari data termasuk hal-hal yang menyimpang/negatif (negative case analysis).

            Kriteria dependabilitas merujuk pada apakah seseorang dapat mengikuti prosedur-prosedur dan proses-proses yang digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data. Penelitian kualitatif berkualitas apabila menyediakan penjelasan yang terperinci mengenai bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data. Kriteria dependabilitas dapat dipenuhi peneliti dengan membuat dokumentasi yang jelas dan terperinci mengenai bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data (leaving an audit trail).

Meskipun pada penelitian kualitatif tidak diharapkan hasil-hasil penelitiannya dapat digeneralisasi ke semua konteks, tetapi apa yang dipelajari dalam satu konteks dapat berguna pada konteks lainnya. Akan tetapi, peneliti kualitatif perlu menekankan dengan tegas bahwa pembaca harus membuat penilaian ini. Kesesuaian apa yang dipelajari itu tergantung pada kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan latar penelitian. Kriteria transferabilitas merujuk pada derajat kesamaan antara latar penelitian dengan latar lainnya yang ditentukan oleh pembaca. Kriteria transferabilitas dapat dipenuhi oleh peneliti dengan memberikan deskripsi yang lengkap mengenai subjek penelitian dan konteks dimana penelitian berlangsung.

Kriteria konfirmabilitas sejajar dengan kriteria objektivitas pada penelitian kuantitatif. Kriteria ini menjadi bukti bahwa (a) interpretasi peneliti dari konstruksi subjek betul-betul didasarkan pada konstruksi subjek itu sendiri dan (b) analisis data, temuan penelitian dan kesimpulan dapat diverifikasi dan didasarkan pada persepsi subjek. Kriteria konfirmabilitas dapat dipenuhi dengan cara meninjau kembali kenetralan interpretasi data (neutrality).

Tentang Jackson Pasini Mairing

Dosen Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s