RODA PENDIDIKAN …

Suatu waktu saya membaca tulisan yang mengatakan bahwa

“Hidup itu seperti Roda yang berputar. Ya hidup itu seperti roda, kadang kita berada di atas, kadang pula kita berada di bawah”.

Saya sangat setuju dengan tulisan tersebut.

Bahkan saya mencoba mengaitkannya dengan dunia pendidikan. Saat ini roda pendidikan kita sedang berusaha naik dengan menerapkan kurikulum baru yang dikenal dengan Kurikulum 2013. Baru-baru ini, saya mengikuti sosialisasi kurikulum 2013. Fasilitator dalam kegiatan tersebut berpendapat bahwa guru-guru kita saat ini masih bingung dan merasa sulit dalam menerapkan kurikulum ini. Fasilitator juga bertanya mengenai tahap yang paling sulit dalam pendekatan saintifik yang dianut dalam kurikulum 2013. Apa yang diungkapkan cenderung mengungkapkan sisi negatifnya yaitu kesulitan dalam menerapkannya. Padahal sebuah roda yang ingin bergerak naik membutuhkan energi yang lebih besar dibanding dengan roda yang ingin bergerak turun. Energi tersebut adalah kemauan untuk maju dan cara pandang positif. Saya menuliskan ini agar mahasiswa-mahasiswa yang mau melakukan penelitian berkaitan dengan kurikulum 2013 tidak takut atau tidak ditakut-takutin oleh orang lain.

Sebenarnya kurikulum 2013 bukanlah hal yang baru buat bangsa kita. Beberapa sekolah yang saya ketahui, jauh-jauh hari sebelumnya telah menerapkan kurikulum ini dan berhasil. Inti dari kurikulum dari 2013 adalah pengembangan manusia indonesia yang berkarakter, cerdas dan terampil. Saya dan beberapa mahasiswa “hebat” berusaha mendefinisikan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan kita. Hasil refleksi kami bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan cara olah rasa, olah cipta dan olah karsa sehingga siswa-siswa menjadi manusia Indonesia yang berakhlak/berkarakter, cerdas dan berkeahlian serta berguna bagi lingkungan dan masyarakat.

Siswa-siswa akan memilik karakter yang baik, jika guru-guru terlebih dahulu menjadi model karakter bagi siswa-siswanya. Sangat kecil kemungkinan siswa akan disiplin jika gurunya sering terlambat masuk ke kelas. Sangat kecil kemungkinan siswa mencintai matematika jika gurunya tidak mencintai matematika dan hampir tiap pertemuan mengatakan bahwa matematika itu “sulit”. Jadi guru harus memberi teladan bagi murid-muridnya. Bukankah ini sesuai dengan pendapat Ki Hajar Dewantara yaitu “Ing ngarso sung tulodo”. Setelah guru menjadi model, maka guru perlu berada di tengah-tengah siswa untuk menggerakkan siswa agar mengikuti apa yang telah dimodelkan guru. Kembali lagi prinsip ini adalah “Ing madya mangun karso”. Setelah siswa-siswa mengikuti, maka peran guru memantau agar perilaku baik tersebut menjadi karakter siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip “Tut Wuri Handayani”. Ketiga prinsip Ki Hajar Dewantara ini dapat digunakan untuk menjadikan siswa-siswa kita berkarakter, cerdas dan berkeahlian. Pendapat saya adalah kita perlu kembali merefleksikan pikiran-pikiran beliau dan menerapkannya, agar roda pendidikan kita berada di atas. Saya membuat istilah 3M untuk pandangan Ki Hajar Dewantara yaitu Menjadi model, Menggerakkan dan Memantau.

Bagi mahasiswa dan guru yang ingin menerapkan Kurikulum 2013, kita pasti dapat menerapkan Kurikulum ini, karena bukanlah sesuatu yang benar-benar baru. Keberhasilan pelaksanaannya sangat tergantung pada kemauan kita untuk berubah dan menerapkannya di kelas.

Saya juga ingin memberikan pendapat mengenai Roda Kehidupan yaitu “dimana pun kita berada, entah di bawah atau di atas, jalanilah kehidupan dengan tersenyum dan semangat untuk menyambut hari esok yang lebih baik”.

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tentang Jackson Pasini Mairing

Dosen Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s