GURU PROFESIONAL

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbut) saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan profesionalitas guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Pertanyaan adalah bagaimanakah guru yang profesional? Kemendikbud menyatakan guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial dan profesional. Masing-masing kompetensi diuraikan secara terperinci sebagai berikut.

 

Kompetensi Pedagogi

a.   Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik

b.   Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

c.   Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu.

d.   Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.

e.   Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan

f.   Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.

g.   Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

h.   Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasilnya untuk kepentingan pembelajaran.

i.    Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

 

Kompetensi Kepribadian

a.   Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.

b.   Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

c.   Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa.

d.   Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

e.   Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

 

Kompetensi Sosial

a.   Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.

b.   Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenagakependidikan, orang tua, dan masyarakat.

c.   Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.

d.   Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan ataubentuk lain.

Kompetensi Profesional

a.   Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

b.   Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu.

c.   Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif.

d.   Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif

e.   Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

 

Ketika saya tanya pada guru-guru, menurut mereka bagaimana guru yang profesional. Jawabannya kurang lebih sama dengan yang diungkap Kemendikbud. Guru yang profesional adalah guru yang mengusai materi, disiplin, bertanggung jawab, jujur, menguasai metode pembelajaran.

Akan tetapi, saya mempunyai pandangan sendiri mengenai guru yang profesional. Menurut saya, guru yang profesional adalah guru yang dikenang baik dan dijadikan contoh oleh muridnya. Pada waktu kuliah S1 di Jurusan Statistika FMIPA Institut Pertanian Bogor (IPB), pembimbing skripsi saya adalah Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, M.Sc (alm). Beliau pernah menjabat 2 kali Rektor IPB dan 2 kali Dekan FMIPA IPB. Selain dosen IPB, Beliau adalah dosen luar biasa beberapa Universitas di luar negeri. Suatu hari saya melintas di ruangan Beliau, saya dipanggil kemudian ditanyakan apakah saya sudah memiliki judul skripsi. Saya katakan belum, lalu Beliau mengatakan apakah saya mau meneliti sebagian penelitian mahasiswa S2 Statistika berkaitan dengan sebaran Gumbel. Saya katakan mau. Akan tetapi, sebaran tersebut belum pernah dipelajari pada waktu kuliah dan pustaka yang kurang, sehingga penulisan skripsi saya agak tersendat. Pada waktu berpapasan dengan Beliau, saya dipanggil ke ruang beliau yang berada di Perpustakaan FMIPA. Kemudian saya diminta duduk, sedangkan beliau “menghilang” ke dalam perpustakaan. Sekitar 15 menit, Beliau muncul dengan membawa 3 buku tebal berbahasa Inggris. Saya diminta untuk mempelajari mengenai sebaran Gumbel dan menjelaskan ke Beliau tiga hari kemudian. Sejak saat itu, penelitian saya berjalan lancar. Penulisan hingga ujian skripsi saya tempuh 3,5 bulan dan saya menjadi lulusan pertama se angkatan saya di Statistika. Beliau adalah dosen yang luar biasa. Walaupun demikian, Prof. Andi pernah bertanya kepada saya mengenai kesulitannya di Microsoft Excel. Sebenarnya saya tahu jawabannya. Akan tetapi, saya tidak percaya kalau Beliau bertanya kepada mahasiswanya sehingga waktu itu saya tidak bisa berkata apa-apa. Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, M.Sc. adalah dosen teladan bagi saya.

 

Pertanyaan refleksi, bagaimana kita sebagai guru/dosen dikenang oleh siswa/mahasiswa kita?

Tentang Jackson Pasini Mairing

Dosen Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s