PEMBELAJARAN DENGAN KOMPUTER: DUA SISI MATA UANG

Perkembangan teknologi informasi dan komputer saat ini demikian pesatnya. Begitupula dengan dunia pendidikan. Sebagai contoh, saat ini siswa dapat menggambar grafik fungsi dengan sangat mudahnya di laptop bahkan di handphone. Begitu banyak program yang tersedia gratis di internet.  Sebelumnya siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggambar grafik fungsi tersebut.

Hal tersebut dapat berdampak positif maupun negatif. Dampak negatifnya antara lain siswa menjadi malas belajar. Siswa memiliki pemikiran: “untuk apa saya belajar susah-susah, khan bisa menggunakan program Microsoft Mathematics untuk menggambar fungsi persamaan kuadrat”. Siswa cenderung memilih cara instan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Di pihak lain, dampak positif penggunaan komputer adalah pembelajaran matematika menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Pekerjaan manual yang berulang-ulang dan membosankan dapat dihindari menggunakan komputer. Selain itu, penggunaan media-media visual atau audio-visual dapat merangsang siswa untuk belajar. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termotivasi dalam belajar yang memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran.

Hal di atas menunjukkan bahwa pembelajaran dengan komputer memiliki dua sisi mata uang: positif dan negatif. Pertanyaan untuk refleksi adalah apakah guru yang menggunakan komputer selalu memberikan dampak positif bagi siswa? Tentu tidak. Penggunaan komputer yang tidak tepat dan tidak direncanakan dengan baik akan berakibat negatif. Sebagai contoh, guru mengajarkan cara menggambar grafik fungsi menggunakan Microsoft Mathematics. Setelah itu, guru mengajarkan cara manual dalam menggambar grafik tersebut. Atau sebaliknya, guru terlebih dahulu mengajarkan cara manual menggambar grafik fungsi, kemudian menggunakan komputer. Komputer hanya ada di awal atau di akhir pembelajaran. Komputer tidak terintegrasi dengan pembelajarannya.

Apakah penggunaan komputer hanya sebatas powerpoint saja? Media powerpoint memang bermanfaat dalam pembelajaran. Akan tetapi, komputer dapat dimanfaatkan lebih luas lagi. Banyak sekali program-program yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika, contohnya Microsoft Mathematics.

Salah satu bimbingan skripsi saya meneliti mengenai pemanfaataan Microsoft Mathematis dalam pembelajaran grafik fungsi. Pada artikel ini penulis ingin membagikan rancangan pembelajaran yang dikatakan kepada mahasiswa tersebut. Bayangkan suatu pembelajaran dimana siswa bekerja dalam kelompok. Masing-masing kelompok diberikan rumus fungsi yang berbeda.

Kelompok 1-3: fungsi yang grafiknya terbuka ke atas, contohnya

f(x) = 2x2 + 3x + 5;   f(x) = 2x2 – 3x – 5;   f(x) = 2x2 + 3x – 5.

Kelompok 4-6: fungsi yang grafiknya terbuka ke bawah, contohnya:

f(x) = –2x2 + 3x + 5;   f(x) = –2x2 – 3x – 5;   f(x) = –2x2 + 3x – 5.

Masing-masing kelompok membuat grafik fungsi-fungsi tersebut menggunakan Microsoft Mathematics dan mempresentasikannya di depan kelas menggunakan LCD secara berpasang-pasangan. Contohnya kelompok yang menggambar f(x) = 2x2 + 3x + 5 dan f(x) = –2x2 + 3x + 5. Guru menyatakan bahwa bentuk grafik fungsi f(x) = 2x2 + 3x + 5 sebagai grafik yang terbuka ke atas. Sedangkan yang satunya lagi terbuka ke bawah. Guru meminta siswa untuk menduga apa yang beda dari persamaan fungsinya yang menyebabkan grafik yang satu terbuka ke atas sedangkan yang lain ke bawah. Sebelum siswa menyimpulkan guru meminta pasangan-pasangan berikutnya untuk presentasi ke depan. Setelah itu guru meminta siswa menemukan perbedaan dari kedua persamaan fungsi yang menyebabkan perbedaan bentuk grafiknya. Akhirnya siswa menemukan jika koefisien kuadratnya positif, maka grafiknya terbuka ke atas. Sebaliknya, jika koefisiennya negatif, maka grafkinya terbuka ke bawah. Selanjutnya, guru memberikan beberapa persamaan fungsi yang berbeda-beda dan meminta siswa untuk menentukan apakah grafik fungsinya terbuka ke atas atau ke bawah. Pada bagian ini, guru menekankan manfaat koefisien kuadrat dalam menggambar grafik suatu fungsi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam dituangkan dalam LKS dimana komputer dimanfaatkan siswa untuk menemukan konsep matematika tertentu. Dengan pola pikir yang sama, siswa dapat menemukan makna diskriminan dan titik potong dengan sumbu x atau y dalam menggambar grafik fungsi. Komputer dimanfaatkan selama pembelajaran.

Penggunaan komputer yang terintegrasi dengan pembelajaran dapat mendorong siswa terlibat secara aktif dalam mengonstruksi pengetahuannya. Siswa juga akan termotivasi dalam belajar sehingga pembelajaran akan lebih dinamis. Penulis mengucapkan selamat mengintegrasikan komputer dalam pembelajaran matematika.

Tentang Jackson Pasini Mairing

Dosen Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s