IDE PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

Saat ini sudah banyak penelitian mahasiswa yang membandingkan suatu metode belajar tertentu dengan metode lainnya. Kemudian dilihat hasil belajarnya. Kerangka penelitiannya adalah penelitian eksperimen.

Sebenarnya masih banyak peluang bagi mahasiwa untuk melakukan pendidikan matematika dan saat ini sudah ada beberapa mahasiswa yang akan atau sudah meneliti diluar “kebiasaan”. Contohnya:

1.    Analisis Kesalahan Banu dalam Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat.

2.    Identifikasi kemampuan berpikir kreatif siswa SMP

3.    Implementasi pembelajaran menggunakan software tertentu dalam pembelajaran matematika

4.    Perbedaan hasil belajar bedasarkan gender dipandang dari taksonomi Bloom.

Pada artikel ini ditawarkan beberapa ide penelitian lainnya yang dapat dilakukan mahasiswa.

1.    Judul: “Hubungan antara Pemahaman Konseptual dan Prosedural Siswa”.

Penelitian ini menarik karena pemahaman konseptual harus lebih dulu dikonstruksi siswa. Ini berarti pemahaman konseputal lebih utama dibanding pemahaman prosedural. Akan tetapi, soal-soal UN lebih cenderung pada pemahaman prosedural. Pertanyaan untuk diteliti adalah “apakah siswa yang memiliki pemahaman konseptual tinggi maka pemahaman proseduralnya tinggi?” Atau sebaliknya, siswa yang memiliki pemahaman konseputal tinggi tetapi pemahaman proseduralnya rendah. Sehingga rumusan masalah dari penelitian ini adalah “apakah ada hubungan antara pemahaman konseptual dan prosedural siswa?”.

Pemahaman konseptual adalah pemahaman yang memiliki banyak hubungan. Artinya suatu konsep tertentu dikaitkan dengan konsep-konsep lainnya. Pemahaman ini secara senderhana dapat dipandang sebagai pemahaman mengenai “mengapa?”. Sebagai contoh, “mengapa 2 x 3 = 6?”. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan ini berarti ia memiliki pemahaman konseptual.

Sedangkan pemahaman prosedural adalah pemahaman mengenai bagaimana mencari sesuatu. sebagai contoh, siswa dapat mencari akar-akar persamaan kuadrat menggunakan rumus kuadratik. Siswa yang dapat menggunakan rumus ini berarti ia memiliki pemahaman prosedural.

2.    Judul: “Kemampuan siswa dalam mengajukan masalah”.

Penelitian ini juga menarik karena menurut para ahli dan hasil-hasil penelitian bahwa kemampuan siswa berpikir kreatif dapat ditingkatkan melalui siswa-siswa mengajukan masalah (problem posing). Akan tetapi, paradigma ujian nasional mendorong siswa-siswa hanya menjawab soal-soal yang diberikan. Rumusan masalah untuk diteliti “bagaimana kemampuan siswa-siswa kita mengajukan masalah?”. Apakah siswa-siswa kita mampu membuat masalah berdasarkan situasi yang diberikan oleh guru? Apakah masalah-masalah yang dibuat siswa merupakan hal yang baru atau hanya mengikuti contoh-contoh yang sudah ada di buku atau dipelajari sebelumnya? Apakah masalah yang dibuat siswa dapat diselesaikan? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjelaskan pertanyaan penelitian sebelumnya mengenai tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa.

Tentang Jackson Pasini Mairing

Dosen Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s